Showing posts with label UMUM. Show all posts
Showing posts with label UMUM. Show all posts

Monday, December 10, 2018

Download Format Kalender 2019 beserta Tahun Hijriyah


Tak terasa 2018 sudah masuk bulan terakhir, bagi teman-teman yang ingin membuat kalender dengan kreasi sendiri silahkan. Kali ini saya akan berbagi template kalender 2019. 


Template kalender ini hanya berupa file mentah belum siap untuk cetak, jadi anda bisa mengkostumisasinya sendiri sesuai selera sebelum mencetaknya. 

Template ini bisa digunakan secara gratis baik untuk penggunaan personal ataupun untuk komersil namun template ini tidak dapat diperjual belikan, Harap baca syarat dan ketentuan yang berlaku. 

Berikut beberapa fitur yang terdapat dalam template kalender ini :
  1. Ukuran Kertas A3 
  2. Sudah termasuk tanggal hijriyah 
  3. Sudah termasuk tanggalan merah (libur nasional) sesuai pemerintah dan bisa anda kostumisasi sepuasnya
  4. Terdapat satu model penuh 
  5. Format file : CDR X7 (CorelDRAW X7)

silahkan yang mau download klik link dibawah ini.. semoga bermanfaat dan hargailah hasil karya orang lain


>> Download <<

Tuesday, May 17, 2016

Hanya dengan 300 ribu bisa masuk kuliah Mewah dimana lagi kalau bukan di UNPAM


Hal apakah yang membuat teman-teman gelisah, galau atau sejenisnya ketika LULUS dari bangku SMA. Banyak orang yang berkata masa yang paling indah indah itu adalah masa SMA/sederajat karena banyak hal yang didapatkan disana, seperti teman belajar, teman jail sampai ada juga seorang wanita yang dicintai hheehhe.... pokoknya banyak deh hal-hal konyol dan cerita menarik pada masa itu. Namun hal itu akan sedikit berbeda kelita sudah lulus karena satu sama lain mulai mencari jati diri masing-masing, ada yang kuliah, kerja, bisnis dan ada juga yang langsung menikah.

Nah, kali ini ane akan sedikit berbagi pengalaman bagi teman-teman yang ingin kuliah. Memang kuliah dikampus yang ternama dan mewah sudah menjadi dambaan setiap orang, tentunya untuk masuk ke sebuah Universitas bukanlah hal yang mudah apalagi bagi kalangan bawah. Tapi hal itu jangan dijadikan alasan untuk kita berhenti belajar karena sekarang sudah banyak program beasiswa bagi siswa yang berprestasi baik Negeri maupun Swasta. seperti untuk masuk PTN ada SNMPTN dan SBMPTN.

Langsung aja deh ane kasih tau bagi teman-teman yang sudah mencoba ikut seleksi masuk PTN dan kampus yang diidamkan namun belum masuk juga karena ada beberapa faktor. Nah, sekarang teman-teman tidak usah khawatir. Coba aja ikut daftar di kampus yang satu ini yaitu Universitas Pamulang (UNPAM). Salah satu icon kota Pamulang yang terletak didekat kantor Walikota Tangsel. Insyaallah bagi teman-teman yang beneran pengen kuliah tapi gak ada biaya kampus ini bisa menjadi salah satu solusinya. Kenapa ane katakan seperti ini karena Kampus UNPAM ini merupakan kampus paling murah yang saya ketahui dengan biaya 300 ribu dan itupun tanpa ada uang bangunan dan lainnya  kita sudah bisa menjadi mahasiswa, selanjutnya tinggal bayar uang Semester aja, itupun boleh dicicil silahkan aja kunjungi web resminya di http://unpam.ac.id Meski biaya yang terjangkau fasilitas yang adapun ane katakan sudah masuk kategori mewah karena Ruang AC, parkiran yang luas, ruang Labkom, dan lab lainnya

Saat ini UNPAM sudah memiliki empat gedung di empat tempat berbeda dan banyak mahasiswa sekitar 50 ribu lebih. dikampus ini ada banyak program studi yang dapat kita pilih. yang dapat kita lihat di  http://unpam.ac.id sudah banyak mahasiswa dari kampus ini yang menjadi sukses. karena pada dasarnya dimanapun kita kuliah sama saja sama-sama belajar. so bagi teman-teman yang berminat untuk belajr dikampus ini silahkan karena biaya yang sangat TERJANGKAU untuk semua kalangan baik kalangan atas menengah sampai kalangan bawah.

Kampus UNPAM ini ditujukan bagi orang-orang yang mau belajar dan ada kemauan karena hanya dengan biaya 1.500.000/smstr sudah bisa merasakan bangku mahasiswa. dan itupun boleh dicicil setiap bulannya. semoga hal ini bisa membantu teman-teman. Jangan putus asa seperti kata pepatah "banyak jalan menuju roma" yang artinya ada banyak jalan untuk belajar bagi orang yang memiliki kemauan.

Saturday, December 12, 2015

Humor sejenak "siapakah dokter sebenarnya?".

Humor Sejenak (hahaha)

Ada seorang pengangguran bernama Udin. Dalam kejenuhan  mencari pekerjaan, akhirnya dia pun mencoba membuka sebuah klinik pengobatan, walaupun dia bukan dokter ataupun pernah kuliah kedokteran.

Supaya orang-orang mau berobat ke klinik nya, Udin membuat iklan menarik :

"Kalau sembuh cukup bayar 100 ribu, kalau tidak sembuh kami bayar anda 1 juta".

Konon ada seorang dokter tak sengaja membaca iklan itu dan langsung ingin mencoba.

Udin : "Sakit apa Pak..?"

Dokter : "Mulut hambar, kalau makan tak terasa apa- apa ".

Udin : "Oh baiklah. Itu cukup diberi obat nomer 22 sebanyak 3 tetes di dalam mulut".

Dokter : "Wah! Minyak rem ini, bukan obat.!"

Udin : "Hah, bapak sudah bisa merasakan lagi. Silahkan bayar 100 ribu".

Dokter itu jengkel karena merasa dikerjain, selang seminggu kemudian dia datang lagi.

Udin : "Sakit apa lagi..?"

Dokter : "Saya hilang ingatan".

Udin : "Baiklah, saya akan memberikan obat nomer 22 dan gunakan sebanyak 3 tetes dalam mulut".

Dokter : "Wah! gak mau, itu minyak rem yang kemarin kan.?"

Udin : "Wah, bapak udah bisa mengingat lagi? Berarti sudah sembuh. Tolong bayar 100 ribu".

Dokter tersebut makin jengkel karena merasa dikerjain lagi. Seminggu kemudian dia datang lagi berniat balas dendam. Kali ini dia mau pura-pura sakit yang parah biar dokter gadungan itu tidak mampu menyembuhkan.

Udin : "loh.. sakit apa lagi, Pak.?"

Dokter : "Mata saya rabun tidak bisa melihat apa-apa dengan jelas".

Udin : "Mohon maaf, Pak.., kalau sakit seperti itu saya tidak bisa menyembuhkan. Ini silahkan ambil 1 juta (sambil menyerahkan selembar uang dua ribu rupiah)".

Dokter : "Wah! Ini kan cuma dua ribu rupiah ! ".

Udin: Wah, bapak sudah bisa melihat dengan jelas? Berarti anda sudah sembuh. Silahkan bayar 100 ribu"..
(hee)(hahaha)(hee)(hahaha)(funny)

Please share membuat org bahagia jg termasuk ibadah..!!!(moon wink)

Tuesday, November 10, 2015

INSFIRATIF..... BELAJAR DARI BAN

BELAJAR DARI BAN


Seorang anak memperhatikan ayahnya yg sedang mengganti BAN mobil mereka.
"Mengapa ayah mau repot-repot mengerjakan ini dan tidak memanggil orang bengkel saja untuk mengerjakannya?"
tanya si bocah dengan penasaran.

Sang ayah tersenyum.
"Sini, nak, kau lihat dan perhatikan.

Ada enam hal tentang BAN yg bisa kita pelajari untuk hidup kita," katanya sambil menyuruh sang bocah duduk di dekatnya.
"Belajar dari BAN ?"
Mata sang anak membelalak.
"Lebih pintar mana BAN  ini daripada bu guru di sekolah?"

Sang ayah tertawa. "Gurumu tentu pintar, Nak. Tapi perhatikan BAN ini dengan segala sifat-sifatnya. Pertama, BAN selalu konsisten bentuknya. Bundar. Apakah dia dipasang di sepeda roda tiga, motor balap pamanmu, atau roda pesawat terbang yg kita naiki untuk mengunjungi kakek-nenekmu. BAN tak pernah berubah menjadi segi tiga atau segi empat."

Si bocah mulai serius.
"Benar juga ya, Yah. Terus yg kedua?"

"Kedua, BAN selalu mengalami kejadian terberat. Ketika melewati jalan berlubang, dia dulu yg merasakan. Saat melewati aspal panas, dia juga yg merasakan. Ketika ada banjir, dia juga yg harus mengalami langsung. Bahkan ketika ada kotoran hewan atau bangkai hewan di jalan yg tidak dilihat si pengemudi, siapa yg pertama kali merasakannya?" tanya sang ayah.
"Aku tahu, pasti BAN ya, Yah?" jawab sang bocah antusias.

"Benar sekali. Yg ketiga, BAN selalu menanggung beban terberat. Baik ketika mobil sedang diam, apalagi sedang berjalan. Baik ketika mobil sedang kosong, apalagi saat penuh penumpang dan barang. Coba kau ingat," ujar sang ayah. Si bocah mengangguk.

"Yang keempat, BAN tak pernah sombong dan berat hati menolak permintaan pihak lain. BAN selalu senang bekerja sama. Ketika pedal rem memerintahkannya berhenti, dia berhenti. Ketika pedal gas menyuruhnya lebih cepat, dia pun taat dan melesat. Bayangkan kalau ban tak suka kerjasama dan bekerja sebaliknya? Saat direm malah ngebut, dan saat digas malah berhenti?"

"Wow, benar juga Yah," puji sang bocah sambil menggeser duduknya lebih dekat kpd sang ayah.

"Nah, sifat kelima BAN adalah, meski banyak hal penting yg dilakukannya, dia tetap rendah hati dan tak mau menonjolkan diri. Dia biarkan orang-orang memuji bagian mobil lainnya, bukan dirinya."
"Maksud ayah apa?" tanya si bocah bingung.
"Kamu ingat waktu kita ke pameran mobil bulan lalu?" tanya sang ayah disambut anggukan sang bocah.
"Ingat dong, Yah, kita masuk ke beberapa mobil kan?"

"Persis," jawab sang ayah. "Biasanya di show room atau pameran mobil, pengunjung lebih mengagumi bentuk body mobil itu, lalu ketika mereka masuk ke dalam, yang menerima pujian berikutnya adalah interior mobil itu. Sofanya empuk, AC-nya dingin, dashboardnya keren, dll. Jarang sekali ada orang yg memperhatikan BAN apalagi sampai memujinya. Padahal semua kemewahan mobil, keindahan mobil, kehebatan mobil, tak akan berarti apa-apa kalau BANnya kempes atau bocor."

"Wah, iya ya, Yah, aku sendiriu selalu lebih suka memperhatikan kursi mobil untuk tempat mainanku."

Sang ayah selesai mengganti bannya, dan berdiri menatap hasil kerjanya dg puas.

"Yang keenam tentang BAN adalah, betapa pun bagus dan hebatnya mobil yg kau miliki, atau sepeda yg kau punya, atau pesawat yg kita naiki, saat BAN tak berfungsi, kita tak akan bisa kemana-mana. Kita tak akan pernah sampai ke tujuan."
Sang anak mengangguk-angguk.

Sang ayah menuntaskan penjelasannya, "Jadi saat kau besar kelak, meski kau menghadapi banyak masalah dibanding kawan-kawanmu, menghadapi lumpur, aspal panas, banjir, atau tak mendapat pujian sebanyak kawan-kawanmu, bahkan terus menanggung beban berat di atas pundakmu, tetaplah kamu konsisten dengan kebaikan yg kau berikan, tetaplah mau bekerja sama dg orang lain, dan jangan merasa hebat sendiri, dan yg terpenting, tetaplah menjadi penggerak dalam ketaatan dan kedisiplinan di manapun kau berada.

Itulah yang ayah maksud dengan hal-hal yg bisa kita pelajari dari BAN untuk hidup kita."

Wednesday, October 14, 2015

Semua Akan Cie-Cie pada Waktunya

Dari sekian majelis yang pernah saya belajar di dalamnya, saya melihat perempuan lebih rajin mencatat. Kebalikan dari laki-laki. Malas mencatat. Tapi tidak jarang saya dapatkan laki-laki malah lebih bagus jawabannya dibandingkan perempuan, padahal tidak mencatat.


Apa yang bisa dipelajari dari sini? Yang bisa dipelajari adalah: Bahwa laki-laki lebih menguasai hal-hal global daripada perempuan. Bahwa perempuan lebih menguasai hal-hal rinci daripada laki-laki.

Makanya, pemetaan pikiran laki-laki biasanya lebih global, simple, meluas dan tepat dibandingkan perempuan yang kadang pemetaan pikirannya lebih fokus ke furu' mufashshalah (cabang-cabang rinci) yang bahkan kadang menurut laki-laki ga penting sama sekali.

Contoh: Laki-laki kalau mau safar, modal dengkul juga jadi. Simple. Tapi perempuan? Jangan harap cuma modal pakaian. Perempuan lebih berfikir ke furu', sampai minyak kayu putih, bahkan sampai memikirkan jarum. Kayak mau nyantet orang aja. Laki-laki kalau mau ke kajian, atau ke mall, atau ke pasar, atau ke kantor, tidak begitu memikirkan kosmetik. Asal baju rapih dan matching, selesai. Jangan tanya perempuan tentang mereka saat mau pergi ke sana. Laki-laki saat di kajian, mendengarkan ustadznya, sambil menata mind-mapping global.

Rincinya tidak penting-penting amat. Ego dan rasa 'keperkasaan' mereka akan berkata, 'Ah, gue juga bisa mikirin rincinya sendiri tanpa di-talqin'. Beda sama perempuan, mendengarkan ustadznya, sambil banyak mencatat. Sehalaman, dua halaman, sampai banyak. Setelah itu ya sudah. Kalau diadu sama laki-laki, malah bisa kalah. Karena laki-laki lebih menguasai ushul, sedangkan perempuan lebih menguasai furu'. Dan mereka yang menguasai ushul, lebih layak jadi pemimpin daripada yang lebih dominan penguasaan furu'. Iya. Kalau diadu sama laki-laki, malah bisa kalah.

Tapi kecenya, kalau laki-laki ternyata yang kalah, mereka akan beralasan, 'Ya wajar lah, wong akhwat pada nyatet, saya nggak.' Ga wajar, mas. Antum cuma jiping (ngaji kuping), jihadnya di telinga doang. Beda sama akhwat-akhwat itu, mereka jihadnya di kuping, tangan dan hati. Jihad di kuping? Ya dengerin. Jihad di tangan? Ya mencatat. Jihad di hati? Ya menahan perasaan supaya ga suka sama ustadznya. (emoticon merem lalu ada setetes keringat di pojok kepala sebelah kiri) Laki-laki itu exist di pertama. Dia bisa berfoya dengan kemegahan.

Tapi semegah-megahnya bujang dan jomblo, kalau belum beristri, maka kemegahannya ghayru mu'tabar (ga teranggap). Malah dunia akan tertawa kalau seorang bujang sudah mapan tapi belum mau beristri. Mencari ilmu pun tidak. Ini abnormal. Perlu dipertanyakan dosis kelelakiannya. Coba tengok kisah Nabi Adam. Nabi Adam alaihissalam, awalnya tinggalnya di surga. SURGA! SURGA! Apa sih yang ga enak di Surga? Enak semua, bro! Apa-apa azek. Tapi semegah-megahnya taraf hidup beliau di Surga, tetap saja beliau suatu kala merasa murung. Ada yang kurang. Ada fitrah yang belum dilengkapi. Ada relung jiwa yang belum diisi. Perempuan. Ah, itu dia.

Hidup laki-laki sehebat apapun tetap saja dependant pada makhluk halus bernama 'perempuan'. Maka, Allah berikan pasangan buat Nabi Adam. Seneng.... Tapi memang sudah lazimnya. Ujian mesti ada. Susah seneng tetap saja ada ujiannya. Nabi Adam meminta perempuan, namun kemudian dengannyalah beliau terjatuh. Ke bumi. Ke dasar. Cobaannya ada.

Makanya, jangan mengira after-marriage itu ketemunya Surga doang. Salah besar. Ujiannya banyak. Kegalauannya malah lebih banyak, lebih rutin dan lebih tinggi intensitasnya dibandingkan kegalauan bujang. Tapi tentu saja penyembuhnya lebih available dibandingkan buat bujang. Semua itu kalau di-manage sesuai syariah, bakal berpahala besar.

Dan dari semua kegalauan, baik sektor ekonomi, sosial, dan psikologi, ternyata laki-laki sangat matching untuk menghadapinya bersama perempuan. Tidak bisa satu doang. Harus berdua. Kenapa? Karena laki-laki lebih menguasai ushul, sedangkan perempuan lebih menguasai furu'.

Dari sektor ekonomi, laki-laki lebih mampu mencari uang banyak dan memang keharusannya mencari nafkah. Pas awal bulan (bagi orang kantoran), seluruh atau sebagian uang di-manage istri. Ada nafkah khusus buat istri, ada juga dana umum. Istri, yang lebih suka masalah furu', bakal lebih mampu handle ini.

Really. Kalau laki-laki yang handle beginian, istri bisa terzhalimi. Rumah tangga bisa rapuh. Sudahlah, biar ditangani istri. Nanti pas belanja bulanan, di market istri cari semua barang di semua rak, suami cuma cari satu: bangku. Hehe. Dari sektor sosial, laki-laki tidak begitu suka kepoin orang secara detail. Beda bingits sama perempuan. Makanya, tensi ghibah perempuan lebih besar daripada laki-laki.

Makanya juga, anak-anak ngaji yang lebih suka ngomongin fulan dan fulan, itu lebih layak digelari 'banci mengaji' dibandingkan anak ngaji. Mirip perempuan. Makanya gan, jangan mengetahui personal seseorang secara detail, karena pengetahuan tersebut bakal mendorong untuk berghibah. Kecuali personal Rasulullah. Itu lain lagi.

Baiklah. Kemudian, istri lebih bisa dijadikan senjata untuk urusan-urusan sosial. Arisan, rukun tetangga, musyawarah di gerobak sayur sambil acak-acak barang dagangan, kajian-kajian kampung dan pesta pernikahan. Itu semua girly (baca: emak-emak) banget.

Tentu saja aneh jika arisan hanya dikuasai laki-laki, lalu para bapak-bapak ngegosip di gerobak sayur. Ga pantes. Makanya, kalau mau siarkan nikah di kampungmu, tidak usah repot-repot buat kertas undangan. Irit aja. Itu buat orang jauh aja.

Untuk sekelurahan, cukup bicara sama nenek-nenek atau emak-emak "Saya mau nikah sama "namalengkap(spasi)tanggal(spasi)dimana(spasi)kokbisaya?"" Dari sektor psikologi: laki-laki dengan keperkasaannya akan rapuh tanpa perempuan, dan bisa mudah rapuh karena perempuan. Perempuan dengan kelembutannya bisa menjadi pejuang gigih karena laki-laki. Berjuang sabar, tekun, baik-baik dan... Semua akan cie cie pada waktunya... Siapapun dari sesiapa punya harapan tentang siapa, namun siap-siaplah.

Jangan sampai hanya berharap tanpa bekal dan perjuangan. Semakin besar perjuanganmu dan kesabaranmu, menunjukkan semakin kamu menghargai harapanmu sendiri dan menghargai dia yang kamu harapkan. Iya, menghargai dia, yang kamu harapkan.

Barangsiapa yang menghargai, ia akan dihargai. Tetaplah kamu laki-laki menjadi pemimpin Tetaplah kamu perempuan menjadi sandaran pemimpin Saat kamu datang ke kondangan "fulan vs fulanah", mereka akan bertanya 'kapan kamu nyusul'. Sakitnya tuh di sana sini. Pas ngobrol asik-asik sama temen-temen, mulai ada yang membahas topik begitu, 'kamu kapan?' Sakitnya tuh di perasaan. Lihat pasangan gandengan enak banget.

Lalu, karena ga ada yang bertanya, malah diri sendiri yang bertanya, 'saya kapan?' Sakitnya udah ga pake perasaan. Kalau mengingat pertanyaan 'kamu kapan?' 'kamu kapan?' 'kamu kapan?', rasanya sendi-sendi begitu sakit.

Memang, sendi-sendi biasanya sakit karena sendirian. Tapi percayalah, (emoticon senyum), kamu ga usah banyak kirim biodata, cukup perbaiki diri, kirim proposal kepada Allah setiap selesai shalat dan setiap 1/3 malam terakhir, jaga diri, pantaskan diri dan tawakkal, maka: "Semua Akan Cie Cie Pada Waktunya" ---

Monday, October 12, 2015

Hari ini untuk Masa yang Akan Datang

Kalimat bijak ini biasanya digunakan untuk membangkitkan motivasi agar selalu membiasakan diri melakukan yang terbaik pada hari ini. Tujuannya adalah agar di masa depan kita pun mendapat yang terbaik. Aplikasi nyatanya, misalnya, jika hari ini kita rajin belajar maka kita akan pandai dan masa depan kita akan cemerlang. Atau, istilah sederhananya ‘mudah mendapatkan pekerjaan’. Sebaliknya, jika hari ini kita malas, maka hari esok akan menjadi suram, sulit mendapatkan pekerjaan.

Definisi dari interpretasi kata bijak tersebut memang baik untuk memotivasi diri kita supaya terus melakukan yang terbaik pada setiap harinya. Namun, sayangnya hanya berorientasi pada “kebaikan hari ini” dan keoptimisan “hari esok sebagai dampak kebaikan yang kita lakukan hari ini”. Hal ini menimbulkan kesan bahwa kita berjalan tanpa tujuan yang pasti. Hanya menapaki jalan ke segala arah asalkan aman, tidak berduri dan berkerikil tajam, maka kita akan sampai pada sebuah tempat yang indah dan penuh kebahagiaan. Tapi tempat tersebut pun belum pasti apa dan di mana. Padahal, sudah menjadi filosofi umum bahwa dalam perjalanan, membuat sebuah karya, atau apa pun, kita harus memiliki tujuan pasti. Dengan kata lain, tujuan kita di masa depan harus jelas agar apa yang kita lakukan hari ini untuk menggapai tujuan tersebut tidak sia-sia belaka. Oleh karena itu, marilah mengubah persepsi bahwa masa depan menentukan hari ini, bukan hari ini menentukan masa depan.

“Masa depan menentukan hari ini”

Kalimat dalam tanda kutip tersebut berarti bahwa kita harus merancang masa depan terlebih dahulu untuk kemudian menentukan tindakan-tindakan apa yang harus kita lakukan untuk mencapai masa depan yang kita rancang. Misalnya, ketika seorang siswa kelas 3 SMA harus menentukan universitas dan jurusan untuk melanjutkan kuliah. Tidak bijak jika asal saja memilih universitas, lebih lagi asal memilih jurusan dengan dalih ‘yang penting bisa kuliah’. Siswa tersebut sebaiknya terlebih dahulu menentukan jurusan apa yang akan ia ambil berdasarkan minat, bakat, dan cita-citanya. Misalnya, ia ingin menjadi guru Bahasa Inggris, maka hendaklah ia memilih jurusan pendidikan Bahasa Inggris. Setelah itu, barulah menentukan perguruan tinggi atau universitasnya.Tentu, universitas yang dipilih harus memiliki fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Selama masa kuliah, nantinya ia akan belajar tentang bagaimana menjadi seorang guru dan sekaligus mendalami ilmu yang akan ia ajarkan sebagai perbekalan menjadi guru. Ia pun sebaiknya mulai mengajar, seperti les atau privat, agar dapat semakin membiasakan diri dan mencintai profesi sebagai pendidik.

Jika dipetakan, kira-kira akan menjadi seperti berikut ini:

Masa depan= Tujuan <> Guru Bahasa Inggris (di masa depan kita memiliki tujuan, yaitu menjadi guru bahasa Inggris).

Hari ini = Upaya menggapai tujuan <> Kuliah jurusan pendidikan Bahasa Inggris, latihan mengajar (Hari ini kita melakukan upaya untuk menggapai tujuan di masa depan, yaitu dengan mengambil kuliah jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan latihan mengajar).

Dengan demikian kita telah memiliki tujuan akhir yang pasti beserta rute jalan yang harus kita lalui untuk menggapai tujuan tersebut.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau penyeberang jalan.” (HR. Bukhari).

Maksud dari “orang asing” dalam hadits tersebut adalah posisi kita di dunia saat ini, karena sebenarnya kampung halaman kita adalah surga, dan di dunia ini kita hanyalah dalam perjalanan. Kita tentu amat rindu untuk bisa kembali ke surga yang penuh keindahan itu. Namun, untuk dapat kembali ke sana bukanlah dengan cuma-cuma. Ada syarat dan ketentuan yang harus kita miliki dan lakukan, ada pengorbanan dan usaha yang harus dilakukan, seperti senantiasa menghadirkan hukum syariat di hati dalam setiap keadaan, melaksanakan konsekuensi hukum tersebut, dan segera bertaubat atau memohon ampunan ketika terjerumus dalam dosa. Begitu pula dengan pencapaian kita terhadap sebuah tujuan di dunia, harus dengan upaya dan pengorbanan tertentu, seperti contoh yang telah dipaparkan di atas.

Kita di dunia adalah pengembara, seorang yang tengah mengadakan perjalanan, maka tujuan hidup kita haruslah jelas, perbekalan dan rute yang akan kita lalui pun harus jelas agar mencapai keparipurnaan tujuan. Oleh karena itu, mari mengubah persepsi bahwa masa depan menentukan hari ini.

Friday, June 26, 2015

LULUS SMA KEMANA YA!!!!!!


 
Bingung.....
galau...... 
itulah yang saya rasakan setelah lulus dari SMA, karena pengen kuliah tapi gak ada biaya, mungkin hal ini sama dirasakan oleh teman-teman yang lain, tapi hal ini tidak membuat saya putus harapan, saya bukan orang yang pintar ataupun selalu mendapat rangking dikelas. Tapi belajar itu adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim. 
Nah.... bagi teman-teman yang ingin kuliah tidak memiliki banyak biaya gak usah takut, karena suda banyak Universitas atau Perguruan Tinggi yang menyediakan beasiswa baik negeri maupun swasta. Sekarang tinggal ada kemauan dari diri kita aja dulu. Seperti kata pepatah dimana ada kemaun disitu ada jalan. Kalo kata orang bilang hidup itu harus punya STNK ( Semangat, Tekad, Niat dan Kemauan) tapi jangan lupa AKSinya.

Friday, September 26, 2014

integritas

INTEGRITAS
Integritas adalah sebuah konsep konsistensi tindakan, nilai-nilai, metode, langkah-langkah, prinsip, harapan, dan hasil. Dalam etika, integritas dianggap sebagai kejujuran dan kebenaran yang merupakan kata kerja atau akurasi dari tindakan seseorang. Integritas dapat dianggap sebagai kebalikan dari kemunafikan, dalam yang menganggap konsistensi internal sebagai suatu kebajikan, dan menyarankan bahwa pihak-pihak yang memegang nilai-nilai yang tampaknya bertentangan harus account untuk perbedaan atau mengubah keyakinan mereka.
Kata “integritas” berasal dari kata sifat Latin integer (utuh, lengkap) Dalam konteks ini, integritas adalah rasa batin “keutuhan” yang berasal dari kualitas seperti kejujuran dan konsistensi karakter.. Dengan demikian, seseorang dapat menghakimi bahwa orang lain “memiliki integritas” sejauh bahwa mereka bertindak sesuai dengan, nilai dan prinsip keyakinan mereka mengklaim memegang.
Abstraksi mendalam Sebuah sistem nilai dan berbagai interaksi yang berlaku juga dapat berfungsi sebagai faktor penting dalam mengidentifikasi integritas karena kongruensi atau kurangnya kongruensi dengan pengamatan. Sistem nilai yang dapat berkembang dari waktu ke waktu sementara tetap mempertahankan integritas jika mereka yang mendukung account nilai untuk dan menyelesaikan inkonsistensi.
Pengujian integritas
Satu dapat menguji integritas sistem nilai yang baik:
1. subyektif, dengan konstruksi manusia akuntabilitas dan konsistensi internal, atau
2. obyektif, melalui Metode Ilmiah
Integritas dalam Kaitannya dengan Sistem Nilai
Tindakan dari suatu entitas (orang atau kelompok) dapat diukur untuk konsistensi terhadap sistem nilai yang dianut bahwa entitas untuk menentukan integritas. Jenis pengukuran adalah subyektif karena tindakan yang bergantung pada nilai-nilai partai melakukan pengujian.
Dimana langkah-langkah pengujian adalah konsensual hanya untuk partai yang diukur, tes ini dibuat oleh sistem nilai yang sama sebagai tindakan tersebut dan dapat menghasilkan hanya dalam bukti positif. Jadi, sudut pandang netral membutuhkan langkah-langkah pengujian konsensual kepada siapa pun diharapkan untuk percaya hasil.
Pengujian subjektif tindakan integritas dalam hubungan dengan konstruksi manusia. Sementara beberapa konstruksi, seperti Matematika, dianggap sangat handal, semua konstruksi manusia tunduk pada asumsi manusia sebab dan akibat. Untuk menambahkan pengujian penyebab alam semesta yang lebih besar, kami mempekerjakan Metode Ilmiah.


Pengujian Integritas melalui Metode Ilmiah
Metode Ilmiah mengasumsikan bahwa sistem dengan integritas yang sempurnamenghasilkan ekstrapolasi tunggal dalam domainnya yang satu dapat mengujiterhadap hasil diamati. Dimana hasil dari tindakan, tetapi semua tiga di antaranya menghasilkan nilai ekstrapolasi berbeda ketika diterapkan pada situasi dunia nyata. Tak satu pun dari mereka mengklaim sebagai kebenaran absolut, tetapi sistem nilai yang hanya terbaik untuk skenario tertentu. FisikaNewton menunjukkan kecukupan untuk kegiatan yang paling di Bumi, tetapi menghasilkan perhitungan yang lebih dari sepuluh meter di error ketikaditerapkan pada pendaratan di bulan NASA, sedangkan perhitungan yang tepatRelativitas Umum untuk aplikasi tersebut. Relativitas Umum, bagaimanapun, salah memprediksi hasil tubuh yang luas dari eksperimen ilmiah di manamekanika kuantum membuktikan kecukupan nya. Dengan demikian integritasdari ketiga genre berlaku hanya untuk domainnya.


Integritas dalam etika
Makna etika integritas digunakan dalam kedokteran dan hukum merujuk pada kualitas “keutuhan” yang harus ada dalam tubuh manusia dan dalam tubuh hukum, masing-masing. Keutuhan tersebut didefinisikan oleh “suci” aksioma seperti kesatuan, konsistensi, unspoiledness kemurnian, dan uncorruptedness. [Kutipan diperlukan]
Dalam diskusi pada perilaku dan moralitas, satu pandangan dari properti integritas melihatnya sebagai keutamaan mendasarkan tindakan pada kerangka internal konsisten prinsip-prinsip. Skenario ini dapat menekankan kedalaman prinsip dan kepatuhan setiap tingkat postulat atau aksioma kepada mereka secara logis bergantung pada Satu dapat menggambarkan seseorang memiliki integritas etis untuk sejauh bahwa segala sesuatu yang orang itu tidak atau percaya:. Tindakan, metode, langkah-langkah dan prinsip – semua berasal dari kelompok inti tunggal nilai-nilai.
Salah satu aspek penting dari kerangka kerja yang konsisten adalah penghindaran dari setiap (sewenang-wenang) pengecualian tidak beralasan untuk orang tertentu atau kelompok – terutama orang atau kelompok yang memegang kerangka. Dalam hukum, prinsip penerapan universal mensyaratkan bahwa bahkan orang-orang dalam posisi kekuasaan resmi tunduk pada hukum yang sama seperti berhubungan dengan sesama warga mereka. Dalam etika pribadi, prinsip ini menuntut bahwa seseorang tidak harus bertindak sesuai dengan setiap aturan bahwa seseorang tidak akan ingin melihat universal diikuti. Misalnya, orang tidak boleh mencuri kecuali salah satu mau hidup di dunia di mana setiap orang adalah seorang pencuri.Ini secara resmi digambarkan oleh filsuf Immanuel Kant imperatif kategoris nya.
Dalam konteks akuntabilitas, integritas berfungsi sebagai ukuran kesediaan untuk menyesuaikan sistem nilai untuk memelihara atau meningkatkan konsistensi, ketika sebuah hasil yang diharapkan muncul kongruen dengan hasil yang diamati . Beberapa Integritas anggap sebagai kebajikan dalam bahwa mereka melihat akuntabilitas dan tanggung jawab moral sebagai alat yang diperlukan untuk mempertahankan konsistensi tersebut.
Dalam konteks teori nilai, integritas menyediakan sebab-akibat yang diharapkan dari nilai dasar Untuk pelaksanaannya ekstrapolasi atau nilai-nilai lainnya. Sebuah sistem nilai muncul sebagai seperangkat nilai-nilai dan tindakan yang seseorang dapat mengamati sebagai konsisten dengan harapan .
Beberapa komentator stres ide integritas seperti kejujuran pribadi : Bertindak sesuai dengan keyakinan dan nilai-nilai setiap saat. Berbicara tentang integritas dapat menekankan “keutuhan” atau “Keutuhan” dari sikap moral atau sikap. Beberapa Dilihat dari keutuhan mungkin juga menekankan komitmen dan keaslian. Ayn Rand dianggap bahwa integritas “tidak terdiri dari kesetiaan kepada keinginan subjektif seseorang, namun kesetiaan kepada prinsip-prinsip rasional”.


interpretasi subjektif
Dalam penggunaan masyarakat umum, orang kadang-kadang menggunakankata ”integritas” dalam referensi pada moralitas yang tunggal “mutlak” bukanmengacu pada asumsi dari sistem nilai dalam pertanyaan. Dalam konteksmutlak, kata ”integritas” tidak menyampaikan makna antara orang dengandefinisi yang berbeda dari moralitas mutlak, dan menjadi tidak lebih daripernyataan yang samar-samar kebenaran politik yang dirasakan atau popularitas, mirip dengan menggunakan istilah seperti ”baik” atau ”etis” dalam konteks moralistik.
Satu juga dapat berbicara tentang ”integritas” di luar makna preskriptif, dalamreferensi orang atau sekelompok orang yang subjektif pembicara menyetujui atau tidak menyetujui. Jadi orang yang disukai dapat digambarkan sebagai”memiliki integritas”, sementara musuh dapat dianggap sebagai ”benar-benarkurang dalam integritas”. Label tersebut, dengan tidak adanya langkah-langkahpengujian independen, membuat tuduhan itu sendiri tidak berdasar dan(ironisnya) orang lain dapat menghubungi integritas pernyataan dipertanyakan.


Integritas dalam etika modern yang
Dalam sebuah studi formal dari “integritas” istilah dan maknanya dalam etikamodern, profesor hukum Stephen L. Carter melihat integritas tidak hanya sebagai penolakan untuk terlibat dalam perilaku yang menghindar tanggung jawab [rujukan?], Tetapi juga sebagai pemahaman tentang modus yang berbeda atau gaya di mana wacana upaya untuk mengungkap kebenaran tertentu.
Carter menulis integritas yang memerlukan tiga langkah: ”. Membedakan apa yang benar dan apa yang salah; bertindak atas apa yang telah dilihat, bahkandengan biaya pribadi, dan mengatakan secara terbuka bahwa Anda bertindak atas pemahaman Anda tentang benar dan yang salah” Ia menganggapintegritas sebagai berbeda dari kejujuran.


Hukum
Integritas adalah landasan penting dari setiap sistem berdasarkan supremasidan objektivitas hukum. Sistem seperti ini berbeda dari mereka yangmana mengatur otokrasi pribadi. Sistem terakhir ini sering kurang dalam integritas karena mereka meninggikan keinginan subjektif dan kebutuhan kelasindividu atau sempit tunggal individu di atas tidak hanya mayoritas, tetapi jugasupremasi hukum. [Kutipan diperlukan] sistem tersebut juga sering mengandalkan pengawasan yang ketat terhadap partisipasi masyarakat dalam pemerintahan dan kebebasan informasi. Sejauh ini melibatkan perilakuketidakjujuran, kejahatan, korupsi atau penipuan, mereka kekuranganintegritas. Facially ”terbuka” atau ”demokratis” sistem dapat berperilakudengan cara yang sama dan dengan demikian kurangnya integritas dalamproses hukum mereka.
Dalam tradisi Anglo-Amerika hukum, proses permusuhan umumnya, meskipun tidak universal, dipandang sebagai cara yang paling tepat tiba di kebenarandalam sengketa tertentu. Proses ini mengasumsikan himpunan aturansubstantif dan prosedural bahwa kedua belah pihak dalam sengketa setuju untuk menghormati. Proses lebih lanjut mengasumsikan bahwa kedua belah pihak menunjukkan kemauan untuk berbagi bukti, mengikuti pedomanperdebatan, dan menerima keputusan dari pencari fakta-dalam upaya yang baik-iman untuk sampai pada hasil yang adil. Setiap kali asumsi-asumsi initidak benar, sistem permusuhan yang diberikan tidak adil. Pada gilirannya, setiap kasus tertentu melemah. Lebih penting lagi, ketika asumsi-asumsi inibenar, kebenaran tidak lagi tujuan, keadilan ditolak kepada pihak-pihak yang terlibat, dan integritas keseluruhan sistem hukum dipertanyakan. Jika integritasdari setiap sistem hukum yang dipertanyakan sering atau cukup serius,masyarakat dilayani oleh sistem yang mungkin mengalami beberapa derajatgangguan atau bahkan kekacauan dalam operasi sebagai sistem hukummenunjukkan ketidakmampuan untuk berfungsi.


Psikologis / kerja-seleksi tes
Prosedur yang dikenal sebagai ”tes integritas” atau (lebih confrontationally)sebagai “tes kejujuran” bertujuan untuk mengidentifikasi calon karyawanyang mungkin menyembunyikan aspek-aspek negatif atau menghina dirasakandari masa lalu mereka, seperti keyakinan pidana, perawatan psikiatris atau penyalahgunaan narkoba. Mengidentifikasi calon tidak cocok bisa menyelamatkan majikan dari masalah yang mungkin timbul selama jangka waktu kerja mereka. Tes Integritas membuat asumsi tertentu, khususnya:
bahwa orang-orang yang memiliki ”integritas rendah” laporan perilaku yang lebih jujur
bahwa orang-orang yang memiliki ”integritas rendah” mencoba untuk mencari alasan untuk membenarkan perilaku seperti
bahwa orang-orang yang memiliki ”integritas rendah” berpikir orang lain lebih mungkin untuk melakukan kejahatan - seperti pencurian, misalnya. (Karenaorang jarang tulus menyatakan ke calon majikan penyimpangan masa lalumereka, ”integritas” penguji mengadopsi pendekatan tidak langsung:membiarkan pekerjaan-calon bicara tentang apa yang mereka pikirkan tentangpenyimpangan orang lain, dipertimbangkan secara umum, sebagai jawaban tertulis menuntut oleh pertanyaan dari “uji integritas”.)
bahwa orang-orang yang memiliki ”integritas rendah” menunjukkan perilaku impulsif
bahwa orang-orang yang memiliki ”integritas rendah” cenderung berpikirmasyarakat yang berat harus menghukum perilaku menyimpang (Secara khusus, ”tes integritas” berasumsi bahwa orang yang memiliki riwayat laporanpenyimpangan dalam tes tersebut bahwa mereka mendukung langkah-langkahlebih keras diterapkan pada penyimpangan yang dipamerkan oleh lain orang.)
Klaim tes tersebut untuk dapat mendeteksi ”palsu” jawaban memainkan peran penting dalam mendeteksi orang yang memiliki integritas rendah. Respondenyang naif benar-benar percaya kepura-puraan ini dan berperilaku sesuai,melaporkan beberapa penyimpangan masa lalu mereka dan pikiran merekatentang penyimpangan orang lain, takut bahwa jika mereka tidak menjawab dengan jujur jawaban benar mereka akan mengungkapkan ”integritas rendah”mereka. Responden percaya bahwa lebih jujur mereka dalam jawabanmereka, mereka yang lebih tinggi ”integritas skor” akan.



Lain integrities 
Bagian ini membutuhkan ekspansi.
Disiplin dan bidang yang berkepentingan dengan integritas mencakup filsafat aksi, filsafat kedokteran, matematika, pikiran, kognisi, kesadaran, ilmu material, teknik struktural, dan politik. Psikologi populer mengidentifikasi integritas pribadi, integritas profesional, integritas artistik, dan integritas intelektual.
Konsep integritas mungkin juga fitur dalam konteks bisnis luar masalah karyawan / majikan kejujuran dan perilaku etis, terutama dalam konteks pemasaran atau merek. ”Integritas” dari sebuah merek dianggap oleh beberapa sebagai hasil yang diinginkan bagi perusahaan yang ingin mempertahankan posisi, konsisten jelas dalam pikiran audiens mereka. Ini integritas merek termasuk pesan yang konsisten dan sering termasuk menggunakan seperangkat standar grafis untuk menjaga integritas visual dalam komunikasi pemasaran.
Penggunaan lain istilah, “integritas” ditemukan dalam karya Michael C. Jensen Ph.D dan Werner Erhard dalam makalah akademis mereka, “Integritas: Model Positif yang Menggabungkan Fenomena Normatif Moralitas, Etika, dan Legalitas”. Dalam makalah ini penulis mengeksplorasi model baru integritas sebagai negara yang utuh dan lengkap, tak terputus, utuh, suara, dan dalam kondisi sempurna. Mereka menempatkan sebuah model baru dari integritas yang menyediakan akses ke peningkatan kinerja untuk individu, kelompok, organisasi, dan masyarakat. Model mereka “mengungkapkan hubungan kausal antara integritas dan kinerja meningkat, kualitas hidup, dan nilai-penciptaan untuk semua entitas, dan menyediakan akses ke hubungan sebab akibat.”
Sinyal elektronik yang dikatakan memiliki integritas ketika tidak ada korupsi informasi antara satu domain dan lainnya, seperti dari disk drive untuk layar komputer. Integritas tersebut adalah prinsip dasar jaminan informasi. Informasi rusak adalah tidak dapat dipercaya, namun informasi uncorrupted adalah nila.